Berita

Tetap Relaks selama Pandemi Covid-19 dengan Minyak Atsiri

Di awal tahun 2020 dunia digemparkan dengan merebaknya virus baru yang ditetapkan oleh WHO sebagai  Severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan penyakitnya disebut Covid-19 (Corona virus disease 2019). Adanya peningkatan yang sangat tinggi dari jumlah kasus, kematian, dan sejumlah negara yang terinfeksi di dunia, maka WHO menetapkan status virus ini sebagai pandemi global. Hingga saat ini kasus positif covid di Indonesia masih mengalami peningkatan dengan jumlah kasus positif yang terus bertambah di berbagai daerah. Sejak adanya konfirmasi kasus pertama Covid-19 di Indonesia menimbulkan kepanikan dan ketakutan yang luar biasa dialami oleh masyarakat Indonesia. Sehingga Covid-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik namun juga terhadap aspek psikologi individu dan masyarakat. Hasil survei yang dilakukan oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) dan Ikatan Alumni Universitas Airlangga Komisariat Fakultas Kesehatan Masyarakat (IKA FKM UA), dari jumlah 8031 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, lebih dari 50% responden mengalami kecemasan pada berbagai konteks kehidupan, yaitu pendidikan, ekonomi, pekerjaan, agama dan sosial interaksi masyarakat di masa pandemi. Sebenarnya  perubahan  emosi,  seperti  khawatir,  cemas  dan  stres  merupakan respon biasa ketika menghadapi situasi serperti ini. Namun,  apabila berlebihan,  maka  akan  menganggu  kondisi  psikologis  individu dan menimbulkan depresi. Depresi berpengaruh pada respon imun dan kerentanan terhadap infeksi. Saat gejala depresi terjadi, kadar hormon kortisol akan meningkat dan sistem kekebalan terganggu sehingga bakteri atau virus mudah menyerang, sedangkan untuk mencegah penularan Covid 19 ini dibutuhkan kekebalan/imunitas yang baik. Secara umum, pencegahan ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti, memperbanyak cuci tangan, menggunakan masker, olahraga, istirahat yang cukup, serta mengkonsumsi makanan minuman yang mampu meningkatkan imunitas. Mengelola emosi pun merupakan salah satu upaya yang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Lalu bagaimana upaya untuk menjadikan tubuh tetap rileks dan nyaman selama kondisi pandemi Covid 19 ?

Aromaterapi bisa dilakukan sebagai cara untuk mengurangi rasa cemas yang berlebihan. Aromaterapi biasanya menggunakan minyak atsiri yang dapat diberikan melalui proses inhalasi. Menurut ahli, manusia memiliki sensor indera penciuman dengan tingkat kepekaan yang lebih tajam dan sensitif sehingga uap dari minyak atsiri dapat mempengaruhi kondisi psikologi sesesorang. Metode inhalasi minyak atsiri yang melalui hidung jauh lebih cepat dibandingkan metode lainnya. Aroma minyak atsiri ditangkap oleh reseptor dari hidung, kemudian informasi diberikan secara cepat ke area otak yang mengontrol emosi dan memori, serta informasi diberikan ke hipotalamus yang merupakan pengatur sistem internal. Sistem limbik yang ada di otak pun menghasilkan respon emosi. Hal ini dapat menjadikan emosi, perasaan, serta pikiran lebih tenang dan stabil. Reaksi ini termasuk reaksi biokimia, meliputi pelepasan hormon yang dapat memicu perubahan fisiologis positif, peningkatan konsentrasi dan energi. Minyak atsiri dari bahan alam dapat digunakan sebagai aromaterapi. Lavender termasuk bahan alam yang paling banyak digunakan sebagai metode aromaterapi untuk relaksasi. Berdasarkan penelusuran pustaka dinyatakan bahwa minyak atsiri lavender bersifat tidak beracun, tidak menimbulkan alergi, berdampak positif pada kualitas tidur, serta memberikan relaksasi yang efektif dibandingkan penggunaan minyak atsiri lainnya sehingga minyak atsiri lavender lebih disukai dalam berbagai penelitian. Investigasi terhadap 140 wanita pascamelahirkan yang dirawat di Bangsal Kebidanan dan Ginekologi salah satu rumah sakit di Iran, dilakukan terapi inhalasi minyak atsiri lavender setiap 8 jam selama 4 minggu. Hasil investigasi mengindikasikan bahwa dengan menghirup aroma minyak atsiri lavender mengurangi tanda-tanda stres, rasa cemas, dan depresi pascapersalinan pada pasien. Hasil penelitian ini jelas bahwa aromaterapi dari minyak atsiri bahan alam dapat menjadi salah satu upaya yang lebih aman dan efektif untuk membantu mengelola emosi serta dapat diaplikasikan pada situasi pandemi ini. Tidak hanya sebagai agen relaksasi (antidepresan), efek aromaterapi dapat meningkatkan konsentrasi dan energi sehingga menambah semangat dalam melakukan aktivitas.

Mengapa minyak atsiri mampu memiliki aktivitas antidepresan ?

Tentunya berkaitan dengan fungsi senyawa metabolit sekunder terhadap aktivitas tersebut. Monoterpen dan seskuiterpen berpotensi sebagai antidepresan alami. Berbagai penelitian telah melaporkan lebih dari 50 senyawa monoterpen dan seskuiterpen terdapat pada minyak atsiri dari beberapa spesies lavender dengan kandungan utama terdiri dari linalool dan linalylacetate. Senyawa lain yang mempengaruhi efek relaksasi disebabkan oleh aktivitas borneol, citronellal, 1,8-cineole dan β-pinene. Indonesia termasuk negara megabiodiversitas yang kaya akan keanekaragaman hayati. Berbagai tanaman khas dari Indonesia mengandung sejumlah senyawa monoterpen dan seskuiterpen sehingga dapat dimanfaatkan untuk aromaterapi khususnya dalam memberikan efek relaksasi. Berikut ini sejumlah laporan hasil penelitian dengan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry terhadap beberapa jenis tumbuhan herbal Indonesia yang mengindikasikan adanya senyawa-senyawa terpenoid:

Nama dan Bagian TumbuhanNama SenyawaManfaat
Bunga Kenanga (Cananga  odorata)Caryophyllene (36.44%), linalool (5.97%), α-caryophyllene (9.61%)Antioksidan (Pujiarti et al., 2015) Pemberi aroma khas
Daun Ekaliptus (E.  citriodora, E.  urophylla, dan  E.  viminalis)1,8-cineole  (18.2%–45.5%) citronellal (69.27%–82.81%)Aromaterapi
Daun dan kulit Buah jeruk limau (Citrus amblycarpa)Citronellal (19,60-44,02%), citronellol (31,57%), linalool (12,02%), β-pinene (5,54-12,75%), limonene (41,25%)Antibakteri (Sri et al., 2009)
Biji Kapulaga (Amomum cardamomum)1,8-Cineole (75,53%), β-pinene (4,84%), α-pinene (2,58%)Pengharum, analgesik
Daun Selasih (Ocimum formacitratum L.)geraniol (19.3%), linalool (8.17%)Aktivitas lokomotor mencit (Muchtaridi et al., 2011)
Serai (Cymbopogon citrates L.)α-citral (32.70%),  β-citral (28.99%), linalool (1.6%), citronellal (0.65%),
Bunga melati (Jasmine)Eicosanol (39,10%), Linalool  (10,94%), Pentacosanol (7,20%)Pengharum

Dengan mengetahui berbagai manfaat khususnya sebagai agen relaksasi dari kandungan senyawa yang terdapat pada tumbuhan herbal, sehingga kekayaan alam hayati Indonesia bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Di masa pandemi Covid-19 ini, upaya dalam mengatasi kekhawatiran dan depresi/stress diperlukan sebagai langkah dalam meningkatkan imunitas tubuh sehingga terhindar dari penularan Covid-19 dengan memanfaatkan potensi minyak atsiri bahan alam yang ada sebagai aromaterapi.

Referensi:

Mayoritas Masyarakat Indonesia Alami Kecemasan di Masa Pandemi Covid-19. https://persakmi.or.id/

Wells, R.,Truong F, Adal AM, Sarker LS, Mahmoud SS. 2018. Lavandula Essential Oils: A Current Review of Applications in Medicinal, Food, and Cosmetic Industries of Lavender. Natural Product Communications.

Muchtaridi, Diantini A, Subarnas A. 2011. Analysis of Indonesian Spice Essential Oil Compounds That Inhibit Locomotor Activity in Mice. Parmaceutical.

Kianpour, M., Mansouri A, Mehrabi T, Asghari G. 2015. The effect of the fragrances lavender on the prevention of stress, anxiety and depression in the postpartum period. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. Pujiarti, R., Widowati TB, Kasmudjo, Sunarta S. 2015. Kualitas Komposisi Kimia dan Aktivitas Antioksidan Minyak Kenanga. Jurnal Ilmu Kehutanan

Created By : Aika Latifah Alawiyah, S.Pd., M.Si.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button