Artikel

SI KUNING DAN KESUBURAN KAUM PRIA

Belakangan ini diakibatkan ketidak stabilan ekonomi dunia benda yang satu ini menjadi incaran orang-orang untuk investasi, hal ini terjadi kaena benda ini dianggap sebagai benda dengan nilai “zero inflation” karena nilai tukar untuk benda ini dari masa kemasa dinyatakan tetap. Benda ini dikenal dengan emas.

Yap hari ini Penulis berencana akan membahas tentang emas, suatu benda yang dicintai kaum hawa karena melambangkan suatu kemewahan, kemegahan, tingginya strata social serta merupakan prestise, namun penulis tidak akan menulis terkait seberapa bernilainya emas secara ekonomi atau seberapa aman berinvestasi dalam emas namun penulis tergelisik untuk  menulis terkait hubungan emas dengan Kesehatan pada kaum adam khususnya terkait dengan Kesehatan reproduksinya.

Pada awalnya penulis mendapatkan pertanyaan dari salah seorang mahasiswa “pak, kenapa Pria dilarang menggunakan perhiasan emas dalam islam?”, suatu pertanyaan sederhana yang memerlukan penjelasan ilmiah dalam menjawabnya bukan?, maka dimulailah perjalanan pencarian alasan ilmiha terkait larangan penggunaan emas pada Pria.

Emas

Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa latin: ‘aurum’) dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, “malleable”, dan “ductile”. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tetapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat Celsius.

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya berkisar antara 2,5 – 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.

Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan. Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal, sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer). Genesa emas dikategorikan menjadi dua yaitu:

  • Endapan primer; dan
  • Endapan plaser.

(sumber Wikipedia)

Emas moneter sebagai jaminan mata uang yang pernah dipakai oleh Bank Indonesia Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.

 

Sistem Reproduksi Pria

Sistem reproduksi laki-laki adalah serangkaian organ yang terletak di luar tubuh dan di sekitar panggul seorang laki-laki yang berkontribusi terhadap proses reproduksi. Fungsi utama langsung dari sistem reproduksi laki-laki adalah untuk menghasilkan sperma untuk fertilisasi ovum.

Organ reproduksi laki-laki yang utama dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Kategori pertama memproduksi dan menyimpan sperma (spermatozoa). Hal ini diproduksi di testis, yang disimpan di skrotum yang dapat mengatur suhu; sperma yang belum matang kemudian berjalan ke epididimis untuk pengembangan dan penyimpanan. Kategori kedua adalah cairan ejakulasi yang memproduksi kelenjar, yang meliputi kelenjar Cowper, vesikula seminalis, prostat, dan vas deferens. Kategori terakhir adalah bagian yang digunakan untuk kopulasi dan deposisi sperma dalam wanita. Bagian yang termasuk di dalamnya adalah penis, uretra, vas deferens.

Karakteristik seksual sekunder utama mencakup: tubuh lebih besar dan berotot, suara menjadi keras, tumbuh rambut di wajah dan tubuh, bahu menjadi lebar, dan tumbuhnya jakun. Hormon seksual laki-laki yang terpenting adalah androgen, terutama testosteron.

Testis memproduksi hormon yang mengontrol perkembangan sperma. Hormon ini juga berfungsi dalam pengembangan karakteristik fisik pada laki-laki seperti rambut wajah dan suara yang lebih dalam, dimana lebih spesifik testis tersusun atas sel Leydig.

Gambar sistem reproduksi Pria

(sumber : www. https://www.sehatq.com/artikel/organ-yang-masuk-kelompok-reproduksi-laki-laki)

 

Pandangan Islam Terhadap Penggunaan Emas Pada Pria

Larangan penggunaan emas pada pria dalam islam telah dimulai semenjak Rasullullah SAW hal ini  berlandaskan kepada beberapa hadits yang telah diriwayatkan, Adapun salah satu hadits yang menunjukan larangan tersebut diantaranya :

Dari hadits diatas sudah sangat jelas sekali larangan penggunaan perhiasan emas bagi kaum Pria dan hanya diperbolehkan digunakan oleh kaum perempuan saja.

Kajian Ilmiah Pengaruh Emas Pada Sistem Reproduksi Pria.

Penelitian berkaitan dengan pengaruh emas terhadap sistem reproduksi Pria telah dilakukan sejak lama dan telah terpublikasi pada beberapa jurnal penelitian dimana penelitian-penlitian tersebut menunjukan efek negative dari emas terhadap sistem reproduksi pria Adapun penelitian tersebut diantaanya :

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Wiwanitkit, dkk pada 2009 dilakukan studi invitro dimana dicampurkannya nano partikel emas pada sperma setelah 15 menit pencampuran terjadi penurunan motilitas (pergerakan) sperma sebesar 25% dibandingkan dengan kelompok yang tidak dicampur dengan nano partikel emas tersebut sehingga dari penelitian ini disimpulkan adanya resiko spermatoksisitas dari nano partikel emas ini.
  2. Penelitian yang dilakukan oleh Ciftci, dkk pada tahun 2012 dimana pada penelitian ini hewan uji diberikan emas yang dikompleks dengan N-heterocyclic carbanes (NHCs) menunjukan penurunan secara bermakana dari beberapa parameter yang bermakna secara statistik, adapaun parameter yang berubah adalah penurunan jumlah sperma hewan uji, penurunan motilitas sperma, penurunan kadar testosteron uji, serta adanya kerusakan secara histopathologi pada testis tikus.
  3. Hasil Review yag dilakukan oleh Chandel, dkk tahun 2014 menyatakan bahwa logam berat memiliki efek negatif bagi tubuh salah satunya terhadap sistem reproduksi, dimana pada reproduksi pria dapat menyebabkan gangguan pada proses pembentuka sperma, penurunan jumlah sperma, gangguan motilitas, gangguan pada kadar testosteron dan penurunan libido serta kesuburan, salah satu logam berat yang dinyatakan dalam rivew artikel ini adalah emas dimana dapat merubah morpologi sperma dan menurunkan motilitasnya.
  4. Behnamorshedi, dkk pada tahun 2015 melakukan pengujian terhadap efek nano partikel emas pada bebrapa parameter diantaranya Lutinizing Hormon (LH), Follicel Stimlating Homon (FSH), Testosterone dan Testis pada tikus jantan terjadi peningkatan kadar LH, FSH pada dosis pemberian 100 ppm selama 10 hari pemberian dan terjadi penurunan kadar testosteron serta adanya kerusakan pada sel Leydig pada testis.
  5. Nazari, dkk pada tahun 2016 melakukan penelitian terhadap mencit guna melihat efek akut dan kronis dari nano partikel emas dimana observasi dilakukan selama 7 hari untuk melihat efek akut dan 35 hari untuk melihat efek kronis dengan dosis pemberian 40 dan 200 μg/kgBB/hari, hasil menunjukan bawa baik pemberian akut maupun kronis menyebabkan abnormalitas morphology sperma serta kerusakan benang kromatin DNA pada pemberian dosis 200 μg/kgBB/hari selama 35 hari (pemberian secara kronis) kerusakan ini diduga akibat dari nano partikel emas dapat mengikat molekul DNA yang dapat menggagu proses perbaikan DNA oleh enzim, dugaan lain diakibatkan oleh peningkatan ROS (red: Radikal Bebas) , peneliti juga menyatakan bahwa tidak direkomendasikan penggunaan perhiasan emas pada pria khususnya pria yang berencana memiliki anak.
  6. Review yang dilakukan Wang, dkk tahun 2018 pada jurnal International Journal of Nanomedicine menyatakan bahwa alloy-emas dapat menginduksi inflamasi pada epididimis yang dapat menurunkan motilitas dari sperma, kerusakan morfologi sel sperma, penurunan produksi asam amino glysin,penurunan permiabilitas membrane dan fungsi mitokondia sel sperma.
  7. Hasil penelitian Liu, 2020 menunjukan bahwa penggunaan nano partikel emas dapat menginduksi peningkatan ROS (red: Radikal Bebas), berhentinya siklus sel, menyebabkan kerusakan DNA dan berefek toksik pada sel Leydig dan dapat menurunkan kadar testosterone secara secara signifikan.

 

Demikian penjelasa ilmiah terkait larangan penggunaan emas pada pria yang sudah dinyatakan oleh Rasullullah SAW 14 abad silam yang mana pada masa itu belum ada teknologi secanggih sekarang. Hal ini semoga menjadi penguat keimanan dan kecintaan kita kepada Rasullullah SAW.

Wallahu A’lam bishawab

 

Daftra Pustaka

Behnammorshendi, Mohammadreza. Nazem, H. Moghadam, M.S. 2015. The Effect of Gold Nanoparticle on Luteinizig Hormone,  Follicle Stimulating Hormone, Testosterone and Testis In Male Rat. Biomedical Research 2015; 26 (2): 348-352

Chandel, Milan and Gyan, C.J. 2014. Toxic effect of transition metal on male reproductive system : A review. Journal of Environmental and Occupational Science Vol 3:4 204-213

Wang, Ruolan. Bin Song. Junrong Wu, Yanli Zhang. Aijie Chen, Longquan Shao. 2018. Review: Potential adverse effect of nanoparticles on reproductive system. International Journal of Nanomedicine vol 13 hal 8487-8506

Ciftci O, Beytur A, Vardi N, Ozdemir I. Evaluation of reproductive toxicity in male rats treated with novel synthesized ruthenium(II) and gold(I)-NHC complexes. Drug Dev Ind Pharm 2012;38:40-6

Liu, Ying, dkk. 2020. The effect of gold nanoparticles on Leydig cells and male reproductive function in mice. Research Square, DOI: https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-41728/v1

Magfiroh, Laelatul. 2015. Laranagn Pria memakai Cincin Emas. Skripsi S1 Jurusan Tafsir Hadits Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Nazar, Mahsa. Talebi, R.T. Sharifabad H, Abbasi A, Khoramehr A, Danafar A.H. 2015. Acute and chronic effects of gold nanoparticles on sperm parameters and chromatin structure in mice. Int J Reprod BioMed Vol. 14. No. 10. pp: 637-642,

Wiwanitkit V, Sereemaspun A, Rojanathanes R. Effect of gold nanoparticles on spermatozoa: The first world report. Fertil Steril 91:e7-8.

https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_reproduksi_manusia diakses 24 oktober pukul 5:45 WIB

https://id.wikipedia.org/wiki/Emas diakses 24 Oktober pukul 5:54 WIB

https://www.sehatq.com/artikel/organ-yang-masuk-kelompok-reproduksi-laki-laki diakses 24 oktober pukul 6:00 WIB

Dibuat Oleh : Apt. Doni Anshar Nuari, M.Si

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button