Semua Berawal dari Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0 pertama kali diperkenalkan  pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi. Revolusi industri 4.0 juga bisa diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI. Perpaduan teknologi yang telah mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologi menandai Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 dianggap lebih maju dan luas daripada revolusi industri sebelumnya.

Pengguna internet di Indonesia

Dikutip dari laman teknoia.com  Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi muda di antara negara-negara dunia. Berdasarkan peringkat yang ada, rata-rata penduduk Indonesia berusia 29,7 tahun. Angka ini di bawah rata-rata dunia yang berusia 30,9 tahun dengan  penetrasi internet di Indonesia masih berada di angka 64 persen dengan total pengakses kira-kira sebesar 174 juta orang, dan ini menjadikan Indonesia memiliki potensi sebagai powerhouse dalam transformasi digital.

Platform Digital Bidang Kesehatan

Laporan Delloite yang di kutip dari laman bisnis Indonesia baru sekitar 10% dari jumlah penduduk di Indonesia yang sudah menggunakan aplikasi digital berbasis Kesehatan  dan  Inovasi layanan kesehatan via daring belakangan ini jadi populer setelah Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng sejumlah platform e-health untuk menghadirkan layanan konsultasi kesehatan secara virtual dalam rangka penanganan COVID-19.

berikut merupakan beberpa startup kesehatan  yang hadir melayani di Indonesia :

Halodoc, Klikdokter, Alodokter, Good Doctor Technollogy, Dokter.id,  DokterSehat , MoCehat,  HelloSehat , Flo  (website menstruasi wanita), Calm, Doogether (website olahraga), Go-Med.

Hadirnya platform-platform tersebut mengubah patient journey dimana dengan platform tersebut kita bisa langsung mengakses informasi mengenai pelayanan Kesehatan termasuk bertemu secara online dengan tenaga Kesehatan.

 

Kompetensi apa yang harus dipersiapkan ?

Penerapan platform healtech tetap harus memperhatikan standar profesi pelayanan kesehatan,  pemerintah sendiri sudah mengeluarkan regulasi terkait melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 20 tahun 2019 mengenai telemedicine.

Sehingga sebagai calon tenaga Kesehatan di masa depan harus dipersiapkan kompetensi digital sebagai berikut :

No. Kompetensi Deskripsi
1 Pengambilan keputusan

berdasarkan informasi

(Informed decision-making)

Menggunakan data dan informasi sebagai basis dalam membuat keputusan
2 Eksekusi cepat

(Fast execution)

Di samping pengambilan keputusan berbasis data adalah kunci, keputusan harus dibuat dengan cepat.
3 Keikutsertaan

(Engagement)

Kesediaan untuk mendengarkan, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan stakeholder internal dan eksternal dan disertai dengan minat dan rasa ingin tahu yang kuat akan tren yang muncul (emerging

trends)

4 Kesadaran diri

(Self-awareness)

Kesadaran diri yang mengacu pada penilaian yang akurat atas kekuatan dan kelemahan dan melihatnya dalam konteks keseluruhan yang lebih besar.
5 Kesadaran yang tinggi

(Hyper-awareness)

Mencakup kesadaran akan lingkungan internal dan eksternal untuk melihat peluang & ancaman. Ini bukan hanya tentang mengetahui bagaimana Anda bisa menyelesaikan masalah hari ini; ini juga tentang bagaimana Anda bisa menyelesaikannya besok.
6 Bangun hubungan

(Build networks)

Hyper-awareness dan self-awareness membantu dalam memahami dan mengidentifikasi kekuatan dan

kelemahan. Ini menciptakan peluang bagi kita untuk membangun jaringan dengan orang-orang yang dapat melengkapi kita dan memiliki informasi yang membantu kita dalam mencapai visi.

7 Rendah hati

(Humble)

Kemampuan untuk menerima umpan balik (feedback) dan mengakui dan menerima kenyataan bahwa orang lain mungkin tahu lebih banyak dari Anda.
8 Mudah beradaptasi

(Adaptable)

Menerima bahwa perubahan itu konstan dan merangkul serta mempersiapkan diri Anda berdasarkan informasi yang ada.
9 Toleransi terhadap

ketidakpastian

(Tolerance to uncertainty)

Mampu memiliki pendapat yang kuat bahkan di tengah ketidakpastian dan tidak diketahui.
10 Visioner

(Visionary)

Memiliki visi yang jelas tentang arah jangka panjang, bahkan dalam menghadapi ketidakpastian jangka pendek.
11 Mempengaruhi & Membujuk

orang lain

(Influencing & persuading others)

Keterampilan kuno seperti menjual dan membujuk semakin penting. Suatu visi perlu dipercaya oleh orang-orang dan perlu dikomunikasikan kepada orang lain dengan keyakinan untuk mencapai tujuan

akhirnya.

Sumber :

Jonathan Sudarta, Menghadapi Era Industri 4.0 di Industri Kesehatan Indonesia, dalam Seminar Rapat Kerja Provinsi 2019, GP Farmasi Indonesia Provinsi DKI Jakarta.

https://teknoia.com/data-internet-di-indonesia-dan-perilakunya-880c7bc7cd19

https://ekonomi.bisnis.com/read/20190819/12/1138279/penggunaan-aplikasi-kesehatan-di-indonesia-baru-10-dari-total-penduduk

https://medium.com/@trisulaid/telemedicine-adaptasi-pelayanan-kesehatan-di-era-digital-9b333221f914

https://siar.com/mengenal-sebelas-startup-healthtech-di-indonesia/

https://gdpventure.com/good-news/healthtech-trends-indonesia

https://www.teknogav.com/2020/05/perkembangan-teknologi-kesehatan.html

Dibuat Oleh : Apt. Ardi Rustamsyah, M.Si.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.