Artikel

JAVA PREANGER KOSMETIK

Pendahuluan

Budaya minum kopi menjadi trend bagi kaula muda saat ini, munculnya coffee shop diberbagai lokasi memperkaya manfaat dari kopi sebagai minuman penambah semangat. Tidak hanya budaya minum kopi saja berbagai festival kopi digelar diberbagai kota di Indonesia. Berbagai jenis kopi dengan rasa yang berbeda-beda di formulasi sesuai dengan lidah para penikmat kopi. Aroma kopi begitu kuat dan memikat siapa saja yang menghirupnya.

Seiring perkembangan zaman, kopi diolah menjadi berbagai produk yang bisa dikonsumsi maupun dimanfaatkan aromanya. Tidak saja dinikmati, kopi menyumbang banyak manfaat bagi perkembangan dunia kosmetika saat ini. Tingginya kebutuhan akan kosmetik mempengaruhi jumlah produksi kosmetik setiap tahunnya, saat ini tercatat dalam 5 tahun terakhir sebanyak 55% produk kosmetik teregistrasi di BPOM.

Kopi dijadikan alternatif untuk perawatan kulit, beberapa perguruan tinggi ikut meramaikan penelitian terhadap kopi. Kandungan senyawa kimia dalam kopi di duga sangat bermanfaat bagi kecantikan kulit. Menurut beberapa pustaka kandungan utama dari kopi adalah cafein dan asam klorogenat. Senyawa yang terkandung dalam kopi dapat dimanfaatkan dalam beberapa sediaan kosmetik seperti lotion, masket, gel, parfum dll

Salah satu jenis kopi arabika adalah Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Java Preanger atau sering disebut dengan istilah KAJP. Kopi ini merupakan kopi yang dibudidayakan di daerah Jawa Barat. Preanger sendiri merupakan sebutan orang-orang Belanda untuk kata Priangan. Kopi ini terdapat dibeberapa wilayah di Jawa Barat seperti Gunung cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Halu, Gunung Burangrang, Gunung tangkuban perahu dan gunung manglayang. Kopi arabika Java preanger memiliki rasa yang unik yaitu memiliki cita rasa fruty dan aroma jackfruit.

Sejarah kopi

Banyak orang menyangka kopi adalah komoditi asli Indonesia. Padahal kopi bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman kopi berasal dari Ethiopia yang kemudian disebarkan oleh orang-orang Arab hingga menembus pasar Eropa dan Asia. Kopi masuk ke Indonesia pada saat masa kolonial Belanda yang menjajah dan melancarkan Sistem Tanam Paksa.

Sedangkan bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Java Preanger pertama kali dibawa ke Indonesia tahun 1696 oleh orang Belanda. Sayang bibit kopi yang dibawa mengalami gagal panen karena banjir. Selanjutnya tahun 1699 mulai ditanam di daerah jawa barat dan berhasil, sehingga pemerintah Belanda mulai mendirikan dan mengembangkan perkebunan kopi di Kawasan priangan, Jawa Barat. Kopi java preanger lebih dikenal di Eropa sehingga di Eropa disebut dengan istilah “A Cup of Java” sehingga pada abad ke-19 java preanger menjadi kopi terbaik di dunia.

Jenis-Jenis Kopi

Berdasarkan catatan Internasional Coffee Organization (ICO), terdapat 4 jenis kopi yang diperdagangkan secara global yaitu kopi arabika, kopi robusta, kopi jenis lain (liberika dan kopi excelsa, Kopi Hibrida) dan kopi luwak. Namun yang paling umum dikenal adalah kopi arabika dan kopi robusta.

Kopi Arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional yang memiliki cita rasa terbaik dibandingkan dengan kopi yang lainnya. Kopi arabika menguasai sekitar 70% pasar kopi dunia dan telah dibudidayakan diberbagai negara. Selain dikenal memiliki cita rasa yang enak, kopi arabika juga memiliki aroma wangi yang sedap menyerupai aroma perpaduan Bunga dan buah.

Kopi Robusta

Kopi robusta merupakan keturunan dari beberapa spesies kopi seperti Coffea cenephora, coffea quillou dan coffea Uganda. Kopi ini mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih tinggi. Kopi robusta memiliki rasa yang cenderung kuat dan pahit. Rasa pahit tersebut berasal dari kandungan Kafein yang tinggi

Kandungan kopi

Kandungan kopi yang paling utama adalah cafein dan asam klorogenat, selain itu beberapa komponen lainnya seperti asam linoleate, asam palmitat, asam stearate, ester, trigonelin, aroma volatile, mineral, asam amino dan melanoidin

Kafein merupakan senyawa berbentuk kristal dengan penyusun utamanya adalah senyawa turunan protein disebut dengan purin xantin. Kandungan kafein dalam kopi selain memiliki dampak negative bagi tubuh, juga memiliki dampak positif, salah satunya dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik.

Asam klorogenat Merupakan senyawa yang termasuk kedalam komponen fenolik, mempunyai sifat yang larut dalam air dan terbentuk dari esterifikas asam quinic dan asam transcinnamic tertentu seperti asam kafein, asam ferulic dan asam pcoumaric. Kandungan asam klorogenat pada kopi robusta lebih tinggi dibandingkan dengan kopi arabika.Dimana asam klorogenat memiliki Khasiat sebagai antioksidan, exfoliate, anti bakteri, photoprotection, penyembuhan luka pada kulit

Pemanfaatan Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Java Preanger dalam Kosmetik

Beberapa senyawa yang terdapat dalam Kopi arabika (Coffea arabica L.) Java Preanger yang dapat dimanfaatkan untuk seiaan kosmetik diantaranya adalah :

  • Asam Klorogenat

Asam klorogenat memiliki banyak Khasiat dan manfaat bagi kulit diantaranya adalah sebagai antioksidan. Sebagai antioksidan kandungan asam klorogenat bisa dibuat dalam bentuk sediaan tablet hisap.

Gambar 1. Tablet Hisap Sebagai Antioksidan

 

Asam klorogenat dan kafein merupakan senyawa non volatil yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif salah satunya yaitu bakteri staphylococcus aureus dan propionibacterium acnes yang menyebabkan penyakit infeksi salah satunya jerawat. Contoh sediaan kosmetik yang dapat dibuat adalah gel anti jerawat.

Gambar 2. Gel Anti Jerawat

Selain itu senyawa antioksidan dalam biji kopi dapat berkhasiat membersihkan kulit, terutama lapisan kulit epidermis bagian stratum corneum. Senyawa asam klorogenat dapat menghilangkan kotoran yang terdapat pada stratum corneum tersebut. Salah satu sediaan kosmetik yang dapat dibuat adalag sabun atau facial wash.

Gambar 3. Facial Wash

  • Kafein

Kopi mengandung Cafein yang memiliki khasiat membantu regenerasi sel pada saat digosokkan pada kulit. Cafein ini selain dapat menghilangkan selulit juga dapat bersifat exfoliate atau mengelupaskan sel kulit mati dengan bantuan senyawa asam klorogenat. Salah satu sediaan yang terbuat dari kopi adalah gel scrub. Scrub kopi tersebut berguna dalam pengelupasan kulit sehingga pada saat digosokkan pada kulit, scrub tersebut dapat mengelupaskan sel-sel kulit mati yang menumpuk pada kulit.

Gambar 4. Gel Scrub sebagai Exfoliate

  • Asam Linoleat

Kandungan asam lemak linoleat yang terdapat dalam biji kopi arabika java preanger dapat berfungsi untuk melembabkan kulit, meremajakan kulit dan juga kelenturan kulit. Sediaan yang dapat dibuat diantaranya adalah Lipbalm dan body lotion.

Gambar 5. Lipbalm

Gambar 6. Body lotion

  • Senyawa Aromatik

Kopi memiliki aroma yang khas sehingga jika diseduh atau di roasting sehingga akan mengeluarkan aroma yang sangat menggoda. Senyawa aromatic (senyawa mudah menguap) yang terdapat didalam kopi arabika roasting ini diantaranya adalah abhexon, furaneol, sotolon, pentandion yang merupakan karakteristik dari aroma kopi. Sehingga dalam sediaan kosmetik kopi dapat dibuat menjadi sediaan parfum.

Gambar 7. Body Splash

  • Zat Warna Melanoidin

Melanoidin merupakan senyawa berwarna coklat yang dihasilkan dari proses penyangraian dan dapat dimanfaatkan untuk pewarna alami. Oleh sebab itu zat warna yang terkandung dalam kopi dapat dimanfaatkan dalam bentuk sediaan kosmetik dekoratif seperti eye shadow dan shading.

Gambar 8. Eye shadow

Gambar 9. Shading

 

Daftar Pustaka

Arwangga, AF, dll. 2016. Analisis kandungan Kafein Pada Kopi di Desa Sesaot Narmada Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS, Jurnal Kimia, Vol 10(1):110-114

Ayelign, A. & Sabally, K. 2013. Determination of chlorogenic acids (CGA) in coffee beans using HPLC. American Journal of Research Communication 1(2):78-91

Chen, W.C., Liou, S.s., Tzeng, T.F., Lee, S.L. & Liu, I.M. 2013. Effect of Topical Application Of Chlorogenic Acid on Excision Wound Healing in Rats.Biological and Pharmacological ActivityOriginal Papers 79(8): 616-621

Dewajanti, A.M. 2019. Peranan Asam Klorogenat Tanaman Kopi terhadap Penurunan Kadar Asam Urat dan Beban Oksidatif. Jurnal Kedokteran Meditek 25(1):46-51

Farah, Adriana., Carmen M. D., Phenolic Compounds in Coffee. Braz. J. Plant Physiol. 2006; 23-26p

Farhaty N, Muchtaridi. Tinjauan Kimia dan Aspek Farmakologi Senyawa Asam Klorogenat Pada Biji Kopi : Review. Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran Sumedang. 2018 September 13; 2.

Handayani R. Formulation and Evaluation of body splash from java preanger Arabica coffee (Coffea arabica L.) oil. Jurnal of Physics : Conference series. 2019

Kitagawa, S., Yoshii, K., Morita, S. & Teraoka, R. 2011. Efficient Topical Delivery of Chlorogenic Acid by an Oil-in-Water microemulsion to Protect Skin againt UV- Induced Demage. Chem. Pharm.Bull 59(6): 793-796

Mangiwa S, Futwenbun A, Awak PM. Kadar Asam Klorogenat (CGA) Dalam Biji Kopi Arabika (coffea arabica) Asal Wamena, Papua. Jurnal Ilmiah Pendidikan Kimia “Hydrogen” Vol. 3 No. 2, ISSN 233-6480. 313p

Meng, A., Cao, H., Feng, Q., Peng, J. & Hu, Y. 2013. Roles of Chliorogenic Acid on Regulating Glucose and Lipids Metabolism. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine vol : 1-11

Paulo Toledo, Leonardo Pezza, Helena R. Pezza, Aline Toci. Relationship Between The Different Aspects Related to Coffee Quality and Their Volatile Compounds. Comprehensive Reviews in Food Sciene and Food Safety, Vol. 15, 2016;707p

Putra S. Keragaman Kopi Arabika Java Preanger di Jawa Barat. Sukabumi: Srinov; 2015. 133p

Yakin Muhammad Ainul, Nurmilawati Mumun. Pengaruh Ekstrak Kopi Robusta (Coffea robusta) sebagai Penghambat Staphylococcus Aureus. Kediri:Universittas Nusantara PGRI;2015:867-868p (Pustaka jerawat)

Dibuat Oleh : Apt. Retty Handayani, M.Farm.

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button