Artikel

Apa Kabar Vaksin COVID-19? Mengenal Lebih Dalam COVID-19 dan Perkembangan Vaksinnya

Awal desember tahun lalu, dunia digemparkan oleh berita adanya outbreak virus baru yang terjadi di Wuhan, China. Virus ini dinamai SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiration Syndrome-Coronavirus-2), penyebab penyakit yang disebut COVID-19 (Coronavirus Disease 2019). Berbagai video yang viral menggambarkan betapa mengkhawatirkannya kondisi Wuhan saat itu. Tingkat penyebaran virus yang tinggi, banyak pasien mengantri di depan fasilitas kesehatan yang penuh, juga tenaga kesehatan yang tumbang kelelahan. Tidaklah kita tau saat itu, gambaran itu akan terjadi di berbagai belahan dunia, bahkan di negeri kita sendiri, beberapa bulan kemudian. Penyebaran COVID-19 ke hampir seluruh penjuru dunia disebabkan oleh kombinasi berbagai hal, mulai dari sedikitnya pengetahuan kita tentang karakteristik SARS-CoV-2 di awal masa penyebaran sehingga langkah pencegahannya kurang efektif, hingga masalah politik dunia.

Berkenalan dengan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19 

SARS-CoV-2 merupakan RNA virus (materi genetiknya berupa RNA) yang termasuk kelompok betacoronavirus. SARS-CoV-2 dapat ditransmisikan antar manusia, seperti “saudara” lainnya yaitu SARS-CoV-1 dan MERS yang sempat merebak beberapa tahun silang. Namun, keganasan SARS-CoV-2 tidak separah kedua virus tersebut, yang justru menyebabkan ia lebih mudah menyebar di dunia. Virion SARS-CoV-2 dapat berinteraksi dengan reseptor selular ACE2 di sel kita untuk masuk ke dalam sel, dan mulai memperbanyak diri dengan membajak “perangkat” translasi dari sel kita. Virus yang sudah diperbanyak akan dikeluarkan agar dapat membajak sel-sel sehat disekitarnya menghasilkan kerusakan di tubuh kita, terutama bagian pernapasan. Gejala yang dialami pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 sendiri cukup beragam, mulai dari asimtomatik, kehilangan kemampuan indra penciuman, hingga sindrom respirasi akut yang dapat menyebabkan kematian.

Gambar 1. Virus SARS-CoV-2 (Wikipedia.org)

Tubuh kita sendiri tidak pasrah begitu saja begitu terinfeksi oleh virus ini. Tubuh mulai mengeluarkan respons inflamasi, mengaktifkan sistem imun bawaan untuk perlawanan di awal, yang kemudian membantu teraktivasinya sistem imun dapatan yaitu sel B dan sel T sitotoksik yang lebih jagoan dalam mengeliminasi virus. Sel B berperan dalam menghasilkan antibodi yang menetralisasi dan menginaktivasi virus, sedangkan sel T sitotoksik menghancurkan sel kita yang telah terinfeksi. Sistem imun dapatan yang telah teraktivasi dapat “mengingat” virus ini, dan siap mengeliminasi dengan efektif jika terjadi infeksi kembali di kemudian hari. Artinya, pasien yang telah terinfeksi mungkin akan memiliki kekebalan terhadap virus ini pada jangka waktu tertentu. Semakin banyak yang terinfeksi, maka akan terbentuk herd-immunity. Herd-immunity merupakan bentuk proteksi seluruh komunitas secara tidak langsung terhadap pathogen karena mayoritas populasi (untuk SARS-CoV-2 setidaknya 55-82% dari total populasi) memiliki imunitas terhadap pathogen tersebut, sehingga transmisi pathogen antar manusia akan semakin sulit. Namun, dengan mortality rate 2% bahkan hingga 10% di Indonesia, mencapai herd-immunity dengan infeksi alami akan menyebabkan jumlah kematian pasien yang tinggi. Maka, vaksin adalah satu-satunya solusi untuk mencapai herd-immunity tanpa menyebabkan banyak korban.

Gambar 2. Ilustrasi Herd-Immunity (NIH graphic)

Bagaimana vaksin bekerja?

Vaksin berperan dalam menstimulasi sistem imun dapatan untuk membentuk sel T sitotoksik dan sel B memori yang spesifik melawan pathogen tertentu tanpa perlu adanya infeksi alami. Sel T sitotoksik dan sel B memori dapat “mengingat” SARS-CoV-2, sehingga tubuh kita siap berperang jika ia menginfeksi di kemudian hari. Vaksin dibagi menjadi beberapa kategori tergantung tipe antigen dan cara produksinya. Antigen adalah bagian dari pathogen yang dapat menstimulasi sel imun, terutama dalam pembuatan antibody. Vaksin yang diproduksi secara konvensional diantaranya vaksin sel utuh yang dimatikan atau diatenuasi (dilemahkan), toxoid yang merupakan toxin pathogen yang diinaktivasi, dan vaksin polisakarida yang terbuat dari polisakarida kapsular pathogen. Seiring kemajuan ilmu pengetahuan, vaksin dapat dibuat berbasis metode bioteknologi sehingga tidak perlu menumbuhkan pathogen dalam media seperti cara konvensional yang lebih berisiko. Yang termasuk ke dalam vaksin ini adalah vaksin subunit rekombinan yang berisi subunit protein pathogen yang dibuat secara rekombinan menggunakan inang yang aman; vaksin yang berisi sebagian materi genetic pathogen (dapat berupa DNA atau RNA); dan vaksin VLP (virus-like particle) yang merupakan virus yang telah dimodifikasi untuk membawa bagian-bagian protein pathogen, namun tidak memiliki materi genetic sehingga tidak dapat bereplikasi/memperbanyak diri di dalam tubuh kita.

 

Mendesain antigen untuk dibuat vaksin adalah tantangan tersendiri, karena antigen yang berbeda dapat memberikan respon imunologi yang berbeda. Vaksin polisakarida misalnya, yang menghasilkan imunogenisitas dalam jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan vaksin jenis lainnya. Selain itu, desain antigen yang salah bahkan bisa menyebabkan keparahan penyakit yang disebabkan oleh vaksin itu sendiri (antibody-dependent enhancement), karena antibody yang dihasilkan justru dapat memudahkan virus untuk masuk ke dalam sel. Belum lagi masalah laju mutasi SARS-CoV-2 yang cukup tinggi. Diantara strain virus yang menyebar di Indonesia, terdapat strain yang berbeda dengan yang ada di Wuhan, sehingga ada kemungkinan vaksin yang efektif di Wuhan tidak efektif jika digunakan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu studi menyeluruh dan kehati-hatian dalam proses pembuatan vaksin.

Perkembangan vaksin covid-19 terkini di dunia 

Terdapat lebih dari 100 kandidat vaksin COVID-19 saat ini di dunia. Sebanyak 42 kandidat dalam tahap uji klinik, dan 156 kandidat dalam tahap uji pra-klinik. Diantara 42 kandidat, terdapat 8 kandidat yang sedang menjalani uji klinik fase 3. Berikut adalah pengembang 8 kandidat vaksin tersebut:

  • Sinovac

Sinovac mengembangkan vaksin tipe sel utuh SARS-CoV-2 yang diinaktivasi, dengan jumlah dosis yang diberikan 2x injeksi pada hari ke-0 dan hari ke-14 secara intramuscular (IM). Dengan adanya kerjasama antara Sinovac dan Biofarma. Vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang akan tersedia di Indonesia.

  • Sinopharm/Wuhan Institute of Biological Products

Sinopharm mengembangkan vaksin tipe sel utuh yang diinaktivasi. Vaksin ini bahkan telah diberikan untuk tenaga kesehatan pada Agustus 2020 di UAE dan China. Jumlah dosis yang diberikan 2x injeksi pada hari ke-0 dan hari ke-21 secara IM.

  • AstraZeneca dan University of Oxford 

AstraZeneca dan University of Oxford mengembangkan adenovirus yang membawa protein spike dari SARS-CoV-2. Jumlah dosis yang diperlukan untuk membangun imunitas hanya 1 dosis secara IM, namun uji klinik vaksin ini diberhentikan sementara karena muncul efek samping pada relawan berupa transverse myelitis (inflamasi sumsum tulang belakang).

  • CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology

Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan ini juga berbasis adenovirus yang membawa glikoprotein spike SARS-CoV-2 strain Wuhan-Hu-1. Jumlah dosis yang diberikan adalah 1 dosis secara IM. Vaksin ini memberikan imunitas yang baik, hanya saja suhu penyimpanannya yaitu – 20 oC yang menyebabkan sulitnya proses distribusi.

  • Gamaleya Research Institute

Gamaleya merupakan pusat riset nasional Rusia, juga mengembangkan adenovirus yang membawa gen pengkode glikoprotein spike SARS-CoV-2. Total pemberian dosis 2x pada hari ke-0 dan hari ke-21 secara IM.

  • Janssen Pharmaceutical Companies

Perusahaan ini juga mengembangkan adenovirus yang mengekspresikan glikoprotein spike SARS-CoV-2. Dosis vaksin ini diberikan 2x pada hari ke-0 dan hari ke-56 secara IM. Vaksin yang diproduksi oleh perusahaan ini baru saja memulai uji klinik fase 3 pada September 2020, namun diberhentikan sementara karena muncul efek samping berupa penyakit yang masih dalam proses investigasi.

  • Novavax dan Moderna/NIAID

Moderna mengembangkan vaksin berbasis mRNA yang mengkode protein spike SARS-CoV-2 dalam pembawa lipid nanopartikel. Dosis vaksin diberikan 2x pada hari ke-0 dan hari ke-28 secara IM. Meski menghasilkan profil imunitas yang baik, kendala terbesar vaksin ini adalah penyimpanannya harus pada – 20oC.

  • BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer

Mirip dengan yang dikembangkan Moderna, Pfizer dkk juga mengambangkan vaksin berbasis mRNA yang sudah dimodifikasi sehingga lebih efektif dalam pembawa lipid nanopartikel. Profil keamanan dan efikasi vaksin ini baik namun vaksin tidak stabil terhadap suhu, sehingga suhu penyimpanan stabil nya berada pada – 80oC, yang juga akan menjadi masalah pada saat pendistribusian. Vaksin diberikan 2x pada hari ke-0 dan ke-28 secara IM.

Dengan cukup banyaknya kandidat vaksin, kita harus optimis bahwa kita akan menang dalam peperangan melawan COVID-19. Meski begitu, sebagai farmasis kita juga harus aktif dan kritis mengawal proses perkembangan vaksin, mengedukasi masyarakat agar tidak berkembang hoax yang merugikan kita sendiri, dan tetap memberikan teladan dalam penerapan protokol kesehatan secara disiplin sembari mendoakan para peneliti yang berjuang dalam menghasilkan vaksin yang bermutu aman dan efektif untuk mengakhiri huru hara pandemic ini. Sekian.

Referensi:

https://www.who.int/publications/m/item/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines (diakses pada 15 Oktober 2020)

https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)32137-1/fulltext#seccestitle140 (diakses pada 15 Oktober 2020)

https://theconversation.com/coronavirus-vaccine-what-we-know-so-far-a-comprehensive-guide-by-academic-experts-147881 (diakses pada 15 Oktober 2020)

https://www.theverge.com/2020/10/13/21514110/johnson-vaccine-trial-pause-covid-coronavirus-illness-fda (diakses pada 15 Oktober 2020)

 

Dibuat Oleh : Apt. Hanina Liddini Hanifa, M.Si.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Butuh Bantuan? Hub. kami