Berita

Zink untuk Atasi Dismonere?

Zink atau seng atau timah sari merupakan mineral penting bagi tubuh, salah satu mikronutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan manusia. Zink disebut “essential trace element” karena dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit namun harus ada dalam tubuh karena tidak dapat digantikan oleh zat lain.  Zink tidak disimpan dalam tubuh manusia, sehingga perlu diperhatikan kecukupan hariannya. Defisiensi zink dapat menyebabkan tubuh pendek, kehilangan nafsu makan, gangguan sistem imun, disfungsi testis maupun ovarium dan gejala lainnya yang tidak spesifik. Darimana tubuh dapat memperoleh zink? Zink dapat diperoleh dari makanan kaya zink seperti daging merah, unggas, ikan, kacang-kacangan, kepiting, lobster, gandum, sereal dan produk olahan susu. Selain itu, zink dapat diperoleh dari suplemen mengandung zink seperti zink glukonat, zink sulfat dan zink asetat bahkan beberapa obat yang mengandung zink.

Zink berperan penting dalam metabolisme selular tubuh seperti katalis enzim, terlibat dalam sistem imun, sintesis protein, penyembuhan luka, sintesis DNA, dan pembelahan sel. Zink juga berperan sebagai nutrisi pendukung pertumbuhan dan perkembangan mulai dari kehamilan, anak-anak hingga remaja. Belum banyak diketahui, bahwa zink ini juga berperan khususnya pada wanita produktif untuk mengatasi dismenore.

Dismenore atau biasa disebut nyeri haid merupakan nyeri perut bagian bawah saat menstruasi. Dismenore merupakan masalah ginekologis yang umum terjadi pada wanita baik remaja maupun dewasa. Berdasarkan data WHO didapatkan sebanyak 90% wanita mengalami dismenore dan lebih dari 50% nya mengalami dismenore primer.  Dismenore dimulai sesaat sebelum menstruasi atau saat awal menstruasi hingga 1-3 hari saat menstruasi. Dismenore dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu dismenore primer dan sekunder. Dismenore primer adalah nyeri haid bukan karena kondisi patologis. Pada kondisi ini dismenore terjadi karena peningkatan atau ketidakseimbangan prostaglandin (PG) F2-α yang mengakibatkan hipertonus dan vasokontriks ipada miometrium sehingga terjadi iskemia dan berakibat pada nyeri perut bagian bawah. Dismenore primer umumnya terjadi mulai bulan ke-6 hingga 12 setelah menarke dengan durasi nyeri 8 hingga 72 jam.  Sedangkan, dismenore sekunder yaitu nyeri haid akibat adanya masalah patologis di daerah panggul seperti adanya endometriosis atau kista ovarium. Dismenore merupakan kondisi yang tentunya merugikan bagi para wanita ketika datang bulan membuat aktivitas menjadi terganggu dan produktivitas menjadi menurun. Oleh karena itu, tak jarang para wanita melakukan berbagai cara untuk mengatasi kondisi tersebut mulai dari terapi non farmakologi dan farmakologi dengan menggunakan obat sintetis maupun herbal yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa nyerinya. Terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan mengompres air hangat, olah raga, terapi Mozart, relaksasi serta tidur cukup. NSAID merupakan salah satu golongan obat yang sudah umum digunakan sebagai terapi farmakologi  untuk mengatasi dismenore. Selain dari cara-cara tersebut, terapi dengan suplemen banyak diteliti yaitu dengan konsumsi vitamin E, B1, B6, minyak ikan dan mikronutrisi seperti magnesium dan zink untuk mengatasi dismenore.

Beberapa studi menunjukkan bahwa zink diduga dapat mencegah terjadinya dismenore dengan menghambat produksi prostaglandin yang dapat memicu terjadinya kram. Selain itu, zink diduga mempunya efek antioksidan dan antiinflamasi yang dapat meningkatkan mikro sirkulasi pembuluh darah sehingga dapat membantu mencegah kram dan nyeri saat menstruasi. Mengacu pada studi Eby, 2007 didapatkan hasil bahwa pada pasien yang mengonsumsi zink 31 mg/hari tidak terjadi gejala pramenstruasi, sedangkan pada pasien yang mengonsumsi zink 15 mg/hari gejala pramenstruasi masih terjadi. Ia merekomendasikan studi tambahan konsumsi zink 30 mg sebanyak 1-3 kali sehari selama 1-4 hari sebelum menstruasi untuk mencegah dismenore. Studi lain menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi zink 30 mg/hari pada 2 hari sebelum menstruasi hingga selesai menstruasi terbukti dapat mengurangi intensitas nyeri haid setelah 2 dan 3 bulan pengobatan (Farah dkk, 2017). Dipatkan juga hasil bahwa pasien yang mengonsumsi zink 30 mg/hari selama 4 hari sebelum menstruasi terbukti dapat mengurangi intensitas nyeri pada dismenore primer (Mundarti dkk, 2017). Untuk studi lain dengan pemberian zink 50 mg/hari sebanyak 2 kali sehari selama 4 hari sebelum menstruasi selama 3 siklus menstruasi menunjukkan hasil yang efektif untuk mengurangi tingkat keparahan dismenore dan mencegah gejala pramenstruasi serta meningkatkan pendarahan menstruasi. Dari studi-studi tersebut dapat membuktikan bahwa zink dapat digunakan sebagai salah satu alternatif suplemen untuk mengatasi dismenore, meskipun masih perlu studi-studi lain yang menunjukkan keefektifan dari zink tersebut.

Daftar pustaka :

Eby, GA. 2007. Zinc Treatment Prevents Dysmenorrhea. Med Hypotheses. 2007;69(2):297-301.  doi: 10.1016/j.mehy.2006.12.009.

Farrah, AM., Halim, B.,Kaban, YB. 2017. Effectiveness of zinc supplementation in treating dysmenorrhea. Bali Medical Journal 6(1): 34-37. DOI:10.15562/bmj.v6i1.380

Institute of Medicine, Food and Nutrition Board. Dietary Reference Intakes for Vitamin A, Vitamin K, Arsenic, Boron, Chromium, Copper, Iodine, Iron, Manganese, Molybdenum, Nickel, Silicon, Vanadium, and Zinc. Washington, DC: National Academy Press, 2001.

Larasati, Faridah. 2016. Dismenore Primer dan Faktor Risiko Dismenore Primer pada Remaja.  Jurnal kedokteran UNILA vol 3 no 9

Mundarti, Widatiningsih, S, Handayani, E. 2017. Influence of Zinc Tablets Administration to Primary Dysmenorrhea Pain Level. ARC Journal of Nursing and Healthcare Volume 3, Issue 3, 2017, PP 35-38 ISSN No. (Online) 2455-4324 DOI: http://dx.doi.org/10.20431/2455-4324.0303005

Prasad AS. Zinc: an overview. Nutrition 1995;11:93-9. [PubMed abstract]

Sangestani G, Khatiban M, Marci R, Piva I. The Positive Effects of Zinc Supplements on the Improvement of Primary Dysmenorrhea and Premenstrual Symptoms: A Double-blind, Randomized, Controlled Trial. 2015; 3(3): 378-384

https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-982/zinc (diakses 29 Juni 2019 pukul 20.00)

Created By : Apt. Genialita Fadhilla, M.Si.

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Butuh Bantuan? Hub. kami