Apabila menanyakan pendapat masyarakat mengenai salah satu profesi kesehatan ini, banyak yang bingung menjawabnya. Jawaban yang paling banyak keluar:

“Apoteker yang jualan obat itu?” “Apoteker itu apa ya?” “Oh… yang ngeracik obat ya?” 

Profesi Apoteker mungkin masih belum dikenal secara luas oleh masyarakat, padahal peran Apoteker lebih luas daripada yang ada di benak masyarakat. Apoteker tidak hanya profesi yang sekedar meracik obat atau menjual obat. Apoteker dapat bekerja di berbagai bidang, mulai dari penelitian dan pengembangan senyawa obat, pembuatan obat, pemastian mutu obat, pendistribusian obat dan alat kesehatan, pelayanan kefarmasian di rumah sakit dan beberapa fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, regulasi obat dan makanan di masyarakat, hingga instansi pemerintahan.

Salah satu peran Apoteker sebagai profesi kesehatan dapat dilihat dari peran di pelayanan kefarmasian. Bahkan peran tersebut sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016, No. 73 tahun 2016, No. 74 tahun 2016, yang mengatur mengenai standar pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian dari seorang Apoteker tidak terbatas pada meracik obat saja, masih banyak pelayanan farmasi klinik yang dapat dilakukan oleh seorang Apoteker, seperti pelayanan informasi obat kepada tenaga kesehatan lainnya, konseling pasien, visite (yang mungkin di benak sebagian masyarakat hanya dilakukan oleh dokter dan perawat), memantau efek samping obat, evaluasi penggunaan obat, hingga memantau kadar obat dalam darah.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang dilanda pandemi coronavirus diesease (COVID-19). Di era pandemi COVID-19 ini, salah satu garda terdepan dalam tenaga kesehatan adalah Apoteker. Apoteker terlibat melalui berbagai bidang, mulai dari penelitian dan pengembangan vaksin, hingga melayani dengan menyediakan kebutuhan perbekalan kefarmasian (obat dan alat kesehatan) untuk tenaga medis dan pasien di rumah sakit.

Pengelolaan dan penyediaan perbekalan kefarmasian sudah menjadi salah satu peran Apoteker di rumah sakit. Kondisi pandemi COVID-19 membuat kebutuhan akan obat dan alat kesehatan meningkat, khususnya alat kesehatan berupa Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat penting untuk digunakan oleh tenaga medis dalam berbagai situasi, salah satunya dalam melayani pasien. Jadi, peran Apoteker tidak hanya sebatas meracik dan menjual obat saja yang biasa dilihat di Apotek, lebih dari itu Apoteker juga merupakan salah satu tenaga kesehatan layaknya dokter, perawat, ahli gizi, dan lainnya.

Sumber :

Permenkes No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19), Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maret 2020.

Created by : Apt. Sitti Fatimah PH., M.Si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.