Berita

Aksi Sosial Mahasiswa Fakultas MIPA UNIGA

Kadungora, 25 April 2020. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KEMA Fakultas MIPA dan mahasiswa/i semester 2 dengan bantuan jajaran Kepolisian dari Polres Garut melaksanakan  pembagian hand sanitizer dan masker pada masyarakat di sekitar Kadungora perbatasan Garut-Bandung.

Ketua BEM KEMA FMIPA, Muhamad Taopik mengatakan pembagian meliputi hand sanitizer, brosur dan masker. Hand sanitizer ini merupakan hasil karya mahasiswa/i FMIPA Universitas Garut yang sesuai dengan anjuran BPOM  dan WHO dan pembuatannya pun diawasi oleh dosen yang sesuai bidangnya.

“Untuk masker, hand sanitizer dan brosur yang dibagikan, kami dapat dari lembaga Fmipa Uniga. Untuk persiapannya masker kami pesan dan membelinya, untuk hand sanitizer itu adalah hasil karya dari mahasiswa/i FMIPA UNIGA sesuai dengan anjuran pembuatan BPOM dan WHO yang didampingi dosen dalam pembuatannya sehingga aman untuk digunakan oleh masyarakat.” Kata Taopik.

Pemberian hand sanitizer dan masker  diberikan bagi warga masyarakat yang melewati pebatasan Garut-Bandung di Posko Pemeriksaan yang berada di Kadungora dan posko yang didirikan oleh masrayakat di sekitar Garut.

“Dalam pemberian sendiri diberikan kepada masyarakat yang berada di jalan, yaitu di pos pemeriksaan yang berada di kec kadungora, dimana di pos tersebut banyak orang yang dari luar kota diperiksa terlebih dahulu disana sebelum memasuki Kabupaten Garut serta pemberian dilakukan pada posko-posko pemeriksaan yang didirikan oleh masyarakat sekitar Garut.” Kata Taopik.

Dalam hal ini juga Taopik mengingatkan agar warga Garut untuk terus menjaga diri dan menuruti himbauan pemerintah.

“Pembagian ini diharapkan bisa memberikan sedikitnya pengamanan untuk warga garut maupun warga luar garut yang sedang melakukan perjalanan menuju keluarganya yang berada dirumah agar terhindar dari virus corona yang tidak diinginkan. Semoga warga garut sendiri tetaplah menjaga diri dan menuruti himbauan dari pemerintah, khususnya memakai masker apabila akan bepergian dan menahan diri dulu untuk pulang kampung apabila kalian sayang kepada keluarga.” Ujar Taopik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button